Yuki Mizusawa - Toogle (Mana Khemia : Alchemist Of Al-Revis) Ending.



Music by : Daisuke Achiwa
Arranged by : Daisuke Achiwa
Lyrics by : Kanae Aoki
Performed by : Yuki Mizusawa


Hidokei no hari no kage ni Zutto suwatteta futari
Akai tebukuro wo katappo hazushite otagai no pokke ni tsukkonda


Toozakaru waraigoe ga sukoshi urayamashisou ni
Nagaku nobita kage tsumasaki de nazotte
“Zutto matteru kara” sukoshi nakigoe ni naru


Itsumono roji no neko ga ashimoto ni jare tsuite
Dakiagete nakigao wo kakushita
Kaeshi sobireta jisho wa sonomama matteiku yo
Keshi wasureteru rakugaki goto


Wakaremichi de tachidomari kotoba ga mitsukaranakute
Donna kaoshite mo niaisou mo nai kara
Me wo otoshitara kidzuite fukidashita


Itsumono roji no neko ga sukoshi shinpai dakedo
Ato sukoshi de fuyu mo owaru kara
Kanarazu ai ni yuku yo sugu ni tegami wo dasu yo


Kakechigaeta TOGURU wo awatete naosu kimi wo
Shiranai uchi ni sotto tsutsundeta
Kami no kaori ni naka de maitobu yuki no you na
Shiroi KOOTO to warau kimi wo
Doko ni itatte omoidaseru.




Credit : http://www.reyvateilia.com/2009/07/toogle-mana-khemia-ending-song-lyrics.html

Haruka Shimotsuki - Run For Your Life (Mana Khemia : Alchemist Of Al Revis) Opening.



Music by: Ken Nakagawa
Arranged by: Ken Nakagawa
Lyrics by: Ken Nakagawa
Performed by: Haruka Shimotsuki




Hashiridase Run for your life
ano hi no yume made
akiramezu ni Try & Try
kirameki wa nakushita kunai


Itsumo to onaji asa beru ga naru
sujigaki toori no mainichi
Hurry up!
kyou mo Restless life


Taikutsu na rizumu ni shibarareru
sanketsugimi na seikatsu
Wake up!
kanari Restriction


Yume o wasureru nande dekinai yo


Hashiridase Run for your life
mirai no watashi o
mitsukedashite Try & Try
egao ni kaetai


Tokihanate Your precious soul
shinjiru tsuyosa ni
kidzuita nara Try & Try
yakusoku wa chikai ni kawaru.


Noshikakaru kitai ni tachikurami
nigegoshi ni nari kaketeru
Rise up!
dakara Restless life


Tame iki nanka tsuiterarenai yo


Tachiagare Run for your life
kinou no watashi ni
keri o tsukete Try & Try
namida o furikire


Buchitobase Your precious soul
afureru omoi wa
tomerarenai Try & Try
kuyashisa wa chikara ni kawaru


Kakete miru yo Even chance
yowaki na jibun ni
maketakunai Try & Try
mayoi wa iranai


Tokihanate Your precious soul
shinjiru tsuyosa ni
kidzuita nara Try & Try
kujiketarishinai


Hashidase Run for your life
ano hi no yume made
akiramezu ni Try & Try
kirameki wa nakushita kunai.






English Translation


Start running, run for your life
Without giving up
The dreams of that day, try & try
Don't ever lose that shine


Always the same morning bell sounds
An everyday scenario
Hurry up!
Today is a restless life


Bound to a tedious rhythm
A suffocating life
Wake up!
A considerable restriction


How can I not forget this dream


Start running, run for youu life
Keep on looking
For the future me, try & try
Change it into a smile


Release it, your precious soul
If you become aware
In the strength that believes, try & try
A promise turns into an oath


Dizzy with anticipation
Back away from the edge
Rise up!
Therefore, it's a restless life


How can I not sigh


Stand up, run for your life
Reach a conclusion
To the me of yesterday, try & try
Shake off those tears


Take flight, your precious soul
But do not stop
Those overflowing thoughts, try & try
Regret turns into strength


Risk it all, even chance
Don't be defeated
By your own timid self, try & try
Don't be confused


Release it, your precious soul
If you become aware
In the strength that believes, try & try
It will never be broken


Start running, run for your life
Without giving up
The dreams of that day, try & try
Don't ever lose that shine



Hachiko The Most Loyal Dog In The World


(Real Story Not In The Movie)

Hachikō

Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.

Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公, Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.


Kisah hidup
Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya

Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.

Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.

Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.

Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.

Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

PATUNG HACHIKO DI SHIBUYA


Credit ryanzenfataya.blogspot.com